Tradisi Unik Oleh Sebagian Masyarakat Pulau Tello Usai Lebaran

Tradisi Unik Oleh Sebagian Masyarakat Pulau Tello Usai Lebaran

Image > Google.com

TRADISI UNIK OLEH SEBAGIAN MASYARAKAT PULAU TELLO USAI LEBARAN

Selalu ada-ada saja tradisi unik di tiap masing-masing daerah usai Hari Raya Idul Fitri. Dan pastinya, tradisi yang terus menerus dan tidak bisa untuk dilupakan setiap tahunnya.

Idul Fitri adalah Hari Raya bagi seluruh umat Islam. Idul Fitri merupakan hari kemenangan usai menjalankan ibadah puasa, menahan lapar dan haus, nafsu dan amarah selama satu bulan lamanya.

Wajar jika di tiap masing-masing daerah bermacam acara dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang usai menyambut atau merayakan Idul Fitri yang sudah merupaka Tradisi setiap tahunnya.

Berikut beberapa dibawah ini yang sudah merupakan Tradisi sebagian masyarakat di Pulau Tello usai Lebaran...

1. Acara Halal bi Halal

Seperti pada umumnya yang dilakukan di beberapa daerah lainnya. Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di Pulau Tello melaksanakan acara Halal Bi Halal yang merupakan tradisi bentuk rasa syukur.

Acara ini merupakan acara keagamaan yang di isi dengan ceramah/tausiah, Nasyid dan marawih, serta beberapa acara lainnya yang di langsungkan satu minggu usai Idul Fitri, atau usai puasa (syawal) yang akrab di sebut dalam bahasa daerah Pulau Tello; (puasa enam).

Usai puasa (syawal) atau puasa enam, Acara ini dilangsungkan dengan bergiliran setiap desa dan kelurahan yang ada di Pulau Tello. Saling berlomba antara desa mana yang terlebih dulu menyelenggarakannya.

Bergantung dari persatuan dan kesatuan serta kerja sama masyarakat desa dan kelurahannya. Jika persatuan dan kerja sama masyarakat desanya kuat, maka desanya lah yang lebih dulu menyelenggarakan acara Halal Bi Halal.

2. Piknik, Bakapa-Kapa Ke Pantai Pulau Wisata Sekitarnya

Tradisi tahunan berikutnya oleh sebagian masyarakat di Pulau Tello usai Lebaran ialah Bakapa-kapa atau Piknik ke pantai Pulau Wisata sekitarnya beramai-ramai. Bakapa-kapa merupaka kata dalam bahasa daerah masyarakat di Pulau Tello.

Yang artinya; Piknik, naik kapal ke pantai pulau yang ada di sekitar Pulau Tello. Seperti; Pantai Pulau Sibaranun, Pulau Sifika, Pulau Simalekö, Pulau Fono dan beberapa pulau wisata lainnya yang ada disekitar Pulau Tello.

Biasanya acara Bakapa-kapa ini berlangsung satu minggu usai Lebaran, dimana tepatnya pada hari minggu. Beberapa kapal biasanya langsung bergerak mulai minggu pagi menuju pulau sampai sore hari nanti.

3. Bakuliling Pulau Tello, Keliling

Bakuliling adalah kata dalam bahasa daerah oleh sebagian masyarakat di Pulau Tello yang artinya jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu; Keliling, atau Keliling Pulau Tello yang sudah merupakan Tradisi tahunan usai Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi keliling ini merupakan acara piknik, jalan-jalan mengelilingi Pulau Tello, dan setiap orang diwajibkan untuk membawa bekal perjalanannya selama menempuh perjalanan 14 KG keliling.

Pulau Tello merupakan pulau yang durasi tempuhnya 14 KM keliling. Menariknya pada acara Bakuliling ini, kita bisa menikmati suasana alamnya yang indah dan melewati setiap perkampungan yang di hununi dengan penduduk.

Acara atau kegiatan ini dilangsungkan biasanya dua minggu usai Lebaran, atau satu minggu usai acara Bakapa-kapa dimana tepatnya pada hari minggu. Star mulai pagi KM 0 depan rumah, sampai sore KM 0 kembali kerumah masing-masing.

Haduh.... Gak kebayang tuh capeknya minta ampun. Keliling 14 KM jalan kaki ? So gak terasa capeknya kalau kelilingnya rame-rame dan bareng do'i. Hahaha.

4. Bakarang, Mancari Kimo

Tradisi berikutnya oleh beberapa masyarakat di Pulau Tello usai Lebaran, memang terbilang sangat aneh dan unik. Pasalnya, disini orang-orang beramai-ramai akan berburu isi karang yang akrab di sebut dengan KIMO.

Bakarang merupakan kata dalam bahasa daerah masyarakat di Pulau Tello yang bila di terjemahkan dengan bahasa Indonesia ialah; Mencari Isi kerang.

Bakarang merupakan Tradisi tahunan oleh beberapa masyarakat di Pulau Tello usai Lebaran. Tepatnya pada hari minggu satu minggu atau dua minggu usai Idul Fitri, beberapa masyarakat di Pulau Tello akan pergi memburu isi karang dengan menggunakan sampan.

Adapun isi karang yang akan di buru atau di cari ialah; Kimo, Tiram, lado-lado dan isi karang lainnya yang nantinya dapat di olah dan di makan menjadi lauk dirumah.

Namun, tradisi ini hanya beberapa orang saja di setiap desa yang ada di Pulau Tello yang masih memberlakukan acara atau kegiatannya sampai sekarang setiap usai Lebaran.

Pasalnya, sebagian masyarakat di Pulau Tello, cenderung piknik bakapa-kapa ke pantai pulau wisata yang ada di sekitar Pulau Tello, dan jalan-jalan bakuliling atau keliling satu atau dua minggu usai Lebaran.

Wow... Seru juga tuh ya bakarang ? Cari kimo lalu dimasak. Tapi ngomong-ngomong situ udah pada tahu belum ya tentang apa itu KIMO ? kapan-kapan saya akan jelaskan di artikel lain saja.

5. Piknik, Jalan-Jalan Ke Lasondre


Terakhir adalah Jalan-jalan atau Piknik ke Lasondre yang sudah terbilang menjadi tradisi oleh sebagian masyarakat yang ada di Pulau Tello satu atau dua minggu usai Lebaran.

Lasondre merupakan satu-satunya bandara udara atau lapangan terbang yang ada di Pulau Tello yang sampai saat ini masih beroperasi, dan di huni oleh Susi Air dengan jadwal penerbangan yang teratur.

Jarak Antara Bandara Lasondre dengan Pulau Tello sendiri sekitar kurang lebih 30 menit jarak tempuh kapal motor dengan penyebrangan laut. Didaerah sekitar bandara inilah nantinya orang-orang akan berkunjung melihat-lihat bandara dan sekitarnya yang juga merupakan tempat langkah yang wajib untuk dikunjungi setiap tahunnya.

Acara piknik ini biasanya berlangsung dua minggu usai Lebaran tepatnya pada waktu dimana Susi Air atau pesawat di jadwalkan akan mendarat hingga terbang pada hari yang sama. Agar mereka sekalian dapat menyaksikannya secara langsung.

Namun setiap orang yang mengikuti acara piknik ini diwajibkan untuk membawa perbekalan makanan dan minuman masing-masing. Ya, namanya saja piknik, jelas saja bawa perbekalan masing-masing biar gak kelaparan disana. Hehehe...

Nah, itulah beberapa yang terbilang sudah menjadi Tradisi sebagian masyarakat di Pulau Tello satu atau dua minggu usai Lebaran sebagai bentuk rasa kegembiraan dan rasa syukur serta happy-happy.

Lantas bagaimana di daerah lain dimana Anda tinggal saat ini ? Tentu saja setiap orang di tiap daerah berbeda-beda Tradisinya, terlebih satu atau dua minggu usai Lebaran.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tradisi Unik Oleh Sebagian Masyarakat Pulau Tello Usai Lebaran"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel