Usai Pemilu Beredar Isu Boikot Nasi padang, Begini penjelasanya

Usai Pemilu Beredar Isu Boikot Nasi padang, Begini penjelasanya

Paslon 01 Jokowi Ma'ruf kalah telak di Padang Sumatera Barat pada pemilu 17 April 2019 lalu. Usai pemilu, beredar isu panas di Media Sosial "Boikot Nasi Padang".

Masa iya gara-gara pemilu Nasi dan masakan Padang nan lamak rasonyo pengen di Boikot begitu saja ? Sebenarnya, cara memahami dan menanggapi isu seperti ini jangan terlalu dianggap serius banget.

Apalagi di Media Sosial ??? Seseorang bisa saja memposting lalu kemudian di share sebanyak-banyaknya untuk cari sensasi dan mempropokasi pihak-pihak tertentu.

"Boikot Nasi padang" sebenarnya tidak ada kaitannya dengan terjunnya suara Jokowi-Amin kebawah pada Pemilu 17 April 2019 lalu. Namun, kemungkinan beberapa akun pengguna Media Sosial yang tidak jelas asal usulnya memposting sedemikian untuk menambah panasnya suasana usai pemilu.

Bertepatan pula dengan merosotnya suara Jokowi-Amin di Padang Sumatera barat, jelas isu ini tentu bisa saja di telan dan di manfaatkan oleh orang-orang atau pengguna Medsos yang tidak bertanggung jawab.

Jadi sudah jelas bahwa isu ini adalah HOAX yang di posting oleh beberapa orang yang tidak dikenal. Atau anggap saja oleh akun-akun palsu yang tidak jelas asal usulnya.

Mana mungkin Nasi Padang dan masakan Padang yang lamak dapat di Boikot begitu saja hanya gara-gara Pemilu 2019 ?? Kan nggak masuk akan banget.

Dengan itu, disini admin WB mengajak teman dan sahabat semua khusunsnya di Medsos, agar jangan mudah terpropokasi oleh isu dan postingan-postingan yang di share akun-akun yang tidak jelas atau palsu di berbagai grup-grup yang ada di Medsos.

Tanggapi dan cerna dengan menggunakan akal logika yang sehat. Darimana sumbernya, siapa orang atau akun yang mempostingnya, dan apa isi berita postingannya. Jangan buru-buru di telan dulu.

Apalagi usai pemilu saat ini suasana makin panas. Banyak orang yang mencoba untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan yang mencoba untuk memanas-manaskan dan mengadu domba pihak-pihak tertentu lewat Media Sosial dengan memanfaatkan suasana yang ada.

Seperti cotoh, karna merosotnya kebawah suara Jokowi-Amin di Pilpres pada 17 April 2019 lalu di Sumbar, seolah Jokowi mengajak pihak dan pendukung-pendukungnya untuk "Boikot Nasi Padang" Sumatera Barat.

Padahal, itu tentu saja sama sekali tidak benar alias hanya isu HOAX semata. Dan banyak contoh lainnya lagi. Tentu saja, semoga dengan adanya postingan ini, dapat semakin mendewasakan kita semua dalam menanggapinya.

Dengan itu, beberapa dibawah ini Tisp untuk mengetahui isu postingan HOAX yang akan Admin WB ulas dengan singkat saja. Untuk membantu kita semua yang tentunya belum mengerti cara membedakan dan mengetahuinya.

1. Buka Profile Akunnya Yang Posting Isu/Berita

Jika Anda menemukan di Media Sosial seperti FB postingan berisi Informasi Berita atau Isu yang terkesan panas, maka langsung saja buka profile penggunanya. Guna memastikan siapa tahu dia adalah akun palsu.

Sampai disini, tentu Anda dapat membedakan akun palsu dan akun pengguna yang real alias asli atau nyata.

2. Chek di Google Search Isu dan Berita Terkait Pada Postingan Tersebut

Kemudian, jika Anda menemukan postingannya di beranda atau di berbagai grup-grup yang ada di Medsos Anda, buka Google search atau pencarian Google.

Lalu ketik dan cari kata kunci terkait pada postingan yang mengandung berita dan informasi atau isu yang Anda temukan di beranda dan grup Medsos Anda untuk mengetahui kebenarannya.

Jika isu/informasinya tidak benar alias hoax, tentu akan banyak media yang akan menulis dan mempublikasikannya. Sebaliknya jika informasinya benar, maka jelas akan ada penjelasan terkait kebenarannya yang di publis oleh media.

Demikian dan semoga dapat bermanfaat buat semua.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Usai Pemilu Beredar Isu Boikot Nasi padang, Begini penjelasanya"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel