Pembaca wajib hargai usaha dan kerja keras penulis artikel

Ketika membaca suatu artikel yang Anda jumpai, mungkin Anda berpikir bahwa menulisnya itu sangat mudah bagaikan mencorat coret.

Padahal Anda tidak tahu perjuangan dan hal-hal sulit yang di hadapi seorang penulis dalam menciptakannya hingga menjadi suatu artikel yang menarik dan enak untuk di baca oleh siapa pun.

Mulai dari merangkai kata, mengembangkan ide demi ide, meluangkan waktu, pikiran, mencari topik yang lagi ngetrend, dan lain semacamnya dimana itu tak luput dari usaha dan kerja keras seorang penulis artikel tersebut.

Dengan itu, ketika ada seseorang pembaca atau orang yang mengkritiki artikel yang saya tulis dimana itu tidak tepat pada tempat yang seharusnya ia komentari, saya sangat jengkel sekali.

Kadang saya berpikir, "hari gini masih ada orang yang tidak menghargai hasil kerja keras orang lain ?". Apalagi terkait tentang artikel, dimana kerja keras, waktu, pemikiran yang tidak luput dari usaha seorang penulis agar dapat memuaskan Anda walau hanya lewat tulisan semata.

pembaca wajib hargai usaha dan kerja keras penulis artikel

entrepreneurcamp.id

Jadi, jika ada orang yang bilang bahwa menulis artikel itu mudah, maka sebut saja itu hanya hoax. Mungkin yang mereka maksud menulis artikel asal-asalan, dimana hanya terdiri dari 200/300 kata ples topik yang tidak menarik dengan kosa kata yang tidak baik.

Saya memang belum terlalu lama dan belum juga terlalu mahir soal tulis menulis artikel. Dan juga belum ada karya yang istimewa yang pernah saya tulis dan terbitkan untuk membuat para pembaca saya terkesan menyenangkan.

Tetapi, susah dan sulit dalam menulis itu hingga menjadi suatu artikel yang dapat membuat pembaca seperti Anda itu menjadi puas dan senang sudah saya rasakan sendiri, bahkan sudah jadi sarapan pagi.

Hal-hal yang susah dan sulit dalam menulis hingga menjadi suatu artikel

Dalam menulis hingga menjadikannya suatu artikel yang dapat membuat Anda jadi puas dan senang serta terkesan setiap kali membacanya, saya mengutip dan menuliskannya dari apa yang pernah saya alami dan rasakan dalam menulis Artikel.

Mulai dari A sampai Z, mulai dari meluangkan dan menyisihkan waktu, sampai menekan tombol publish yang artinya sudah siap untuk di baca oleh pembaca secara luas dan secara publik.

>> Waktu

Pertama sekali adalah waktu, dimana seorang penulis artikel itu harus meluangkan waktunya di tengah-tengah banyak aktifitas dan kesibukan yang harus lebih di utamakan dalam sehari-hari khusus hanya untuk menulis artikel agar nanti hasilnya benar-benar baik dan memuaskan pembaca.

Banyak orang atau penulis artikel menyebut hal ini Berkorban Waktu hanya demi untuk membuat pembaca nantinya menjadi senang, puas dan terkesan meski kerap kali penulis sering mendapat komentar pedas dan yang ada malah tidak di hargai apa yang telah di tulis dan di usahakan.

Coba Anda bayangkan, di tengah aktifitas Anda yang padat dalam sehari, bagai mana caranya meluangkan dan menyisihkan waktu khusus hanya untuk menulis artikel ? Apalagi yang namanya menulis artikel itu memakan waktu lama, bahkan ber jam-jam.

Agar apa? Agar nanti hasilnya menjadi lebih baik dan benar-benar memuaskan Anda. Dengan itu butuh waktu untuk menulis yang lama, bahkan sampai satu minggu khusus untuk artikel dalam kategori kualitas tinggi yang terdiri dari 1000/1500/2000 kata per satu halaman dengan topik yang lebih menarik.

Saya pikir itu bukan lah suatu hal yang mudah kalau bagi Anda khususnya. Karna selain meluangkan waktu, seorang penulis itu juga harus memperhatikan apakah waktu untuk menulis itu benar-benar tenang dan tanpa tekanan apa pun, serta jauh dari yang namanya keributan.

Karna dalam menulis artikel yang hasilnya benar-benar memuaskan itu, bukan saja hanya sekedar meluangkan waktu, tetapi juga butuh yang namanya ketenangan yang jauh dari berbagai keributan dan kerusuhan.

Untuk itu banyak penulis artikel khususnya saja saya, lebih memilih menulis pada malam hari dimana waktu sudah hening karna orang sudah pada tidur dan saya pun dapat berpikir dengan jernih serta jauh lebih fokus.

>> Topik

Anda mungkin terkesan ketika membaca sebuah artikel yang topiknya sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Berbagai solusi mungkin dapat memecahkan masalah yang tengah Anda hadapi. Tahukah Anda usaha dan perjuangan seorang penulis dalam mencari topik tersebut ?

Saya sendiri dalam mencari topik yang banyak dicari dan di sukai pembaca agar dapat memberi solusi terkait masalah yang tengah di hadapi para pembaca, saya menguras pikiran untuk berpikir berjam-jam sebelum menekan keyboard.

Berkeliling di berbagai komunitas mau pun grup yang ada di Media Sosial, dan meluangkan waktu untuk berslancar di Internet untuk mensurvei terkait hal-hal apa saja yang masih belum pernah di tuliskan orang, dimana nanti akan menjadi bahan dan topik yang akan saya tulis dan bagikan kepada Anda.

Karna sekarang sudah banyak orang atau penulis yang menuliskan tentang suatu hal, tidak mungkin saya akan menuliskan kembali tentang hal yang serupa. Atau, tidak mungkin saya menuliskan apa yang sudah banyak orang tuliskan.

Jika memang begitu, lebih baik copypaste saja apa yang pernah mereka tuliskan dari pada saya harus buang-buang waktu untuk menulis yang sudah pernah mereka tulis dan bagikan yang sudah banyak di baca orang sebelumnya di luar sana.

Jelas itu merupakan hal yang tidak baik untuk di lakukan.

>> Ide

Setelah menemukan topik yang benar-benar pas dimana semua sudah serba di pertimbangkan sejauh mana banyak orang menyukai dan mencari terkait artikel yang bertopik demikian yang akan di tuliskan, mulai lah seorang penulis menjalankan pikirannya untuk mengembangkan ide demi ide yang ada.

Dan pastinya sudah stanby di depan komputer atau laptop yang akan di gunakan untuk menulis, tergantung dari kenyaman seorang penulis tersebut dalam menggunakan apa saat ketika menulis artikel.

Saya biasanya pake ponsel. Karna menurut saya ponsel itu jauh lebih nyaman dan simple di bawa dimana saja pada saat menulis. Artinya saya tidak harus duduk di depan meja komputer atau laptop untuk menulis.

Mengembangkan ide demi ide untuk di susun dan tuliskan menjadi suatu artikel itu bukan lah suatu hal yang mudah-mudah saja. Anda perlu ketahui itu selaku pembaca agar Anda tahu akan perjuangan seorang penulis artikel dalam memberi Anda kepuasan lewat sebuah tulisan.

Terkadang seorang penulis sering emosi dan ingin menghapus semua apa yang telah dia tuliskan ketika daya pikiran otak dan modnya mulai menurun dan merasa kurang fit dalam mengembangkan suatu ide-ide tertentu.

Dengan itu, tak heran banyak para penulis artikel yang beralih profesi menjadi youtuber dan waper karna merasa menyerah akan hal demikian yang tidak mampu mereka hadapi setiap kali menulis artikel selain dari beberapa faktor-faktor tertentu.

Makanya dalam menulis artikel, agar menciptakan suatu hasil yang benar-benar memuaskan untuk di baca, banyak penulis lebih memilih tempat yang tenang agar dapat fokus dan memiliki konsentrasi tingkat tinggi sehingga tidak mudah bosan.

Selain menyita waktu selama berjam-jam dengan duduk di depan komputer laptop, menulis artikel juga sangat menguras daya pikir otak yang dapat membuat seseorang menjadi stres seketika itu jika seorang penulis artikel tidak pandai cara dan taktik untuk mensiasatinya.

>> Kata

Merangkai kata dalam tiap masing-masing paragraf dalam sebuah artikel bukan lah semudah apa yang Anda baca. Mungkin saja Anda merasa nyaman ketika membaca setiap kata dalam setiap paragraf sebuah artikel.

Tetapi apakah Anda tahu bagai mana usaha seorang penulis dalam merangkai kata demi kata dan menyesuaikannya dengan topik dan ide yang telah di kembangkan Agar enak untuk dibaca dan tidak membosankan ketika dibaca siapa pun nantinya.

Tidak ada ubahnya seorang penulis tengah berbicara dalam hati, berbicara sendiri, seolah dia sedang menjelaskan sesuatu pada seseorang dan berbicara dengan seseorang yang tidak nyata.

Bicara sendiri dalam hati ?

Maka tidak heran jika seorang penulis artikel suka berdiam diri atau menyendiri dari keramaian maupun teman dan sahabat bahkan pacarnya sekalipun ketika pada waktu-waktu tertentu.

Tetapi bukan berarti dia saya atau mereka punya kelainan dan kejiwaan. Melainkan ada suatu hal yang begitu besar yang sedang dipikirkan, yang sedang di kembangkan, yang sedang di usahakan untuk Anda atau pembaca nantinya.

Karna tanpa seperti itu, maka bisa dipastikan tidak akan pernah membuahkan dan memperoleh hasil yang benar-benar sempurna dan memuaskan untuk di baca oleh siapapun nantinya. Meski nantinya si pembaca itu sendiri tidak pernah mengerti dan menghargai sama sekali akan usahanya.

Rangkaian kata yang disusun dalam setiap paragraf dan di sesuaikan dengan setiap ide dan topik yang akan di kembangkan dalam sebuah artikel jika tidak pas, tidak sejalan dan alur yang berbeda, kasar dan bertele-tele, maka hasilnya sudah bisa di pastikan tidak akan sempurna seperti yang Anda harapkan.

>> Bahasa

Selain itu, berbahasa juga tak lepas dari usaha dan perjuangan seorang penulis artikel, dimana dia harus benar-benar mempelajari dan menguasai bahasa Indonesia yang benar-benar baik, tidak membingungkan baik itu pembaca maupun terjemahan nantinya ketika di terjemahkan.

Sopan dan santun, ramah terhadap siapapun maupun pembaca, tidak menyududtkan siapapun dan pihak manapun dalam setiap kali menulis artikel lewat bahasa yang bertele-tele.

Tujuannya untuk menciptakan kenyamanan dan tidak mengundang konflik serta menjaga perasaan pihak mana pun terlebih para pembaca seperti Anda nantinya. Dengan itu seorang penulis bekerja keras dan berusaha untuk terus mempelajari dan menguasai bahasa yang benar-benar baik.

>> Tanda Baca

Bukan hanya sampai disitu saja. Seorang penulis artikel juga berusaha untuk terus memperhatikan penempatan setiap tanda baca yang benar, agar tidak membingungkan Anda nantinya selaku pembaca dalam memahami setiap penjelasan-penjelasan dalam sebuah artikel.

Mungkin Anda sering keliru dalam memahami suatu penjelasan dalam setiap pembahasan dalam sebuah artikel. Itu di sebabkan dengan beberapa faktor, termasuk dengan penempatan tanda baca yang tidak benar dan penjelasan yang bertele-tele.

>> Membaca Ulang

Setelah semua terbilang sudah 99% siap untuk di publikasikan kepada publik atau pembaca dimana tadinya memakan waktu beberapa hari, menguras otak dan daya pikiran yang luar biasa, seorang penulis lagi-lagi meluangkan waktu untuk membacanya kembali dengan berhati-hati untuk mengoreksi dan memastikan tidak ada kesalahan lagi dan siap untuk di publikasikan.

Karna bagi seorang penulis artikel yang benar-benar mengutamakan kualitas artikel dan kepuasan pembacanya, satu kata saja maupun huruf serta tanda baca yang tidak tepat pada tempatnya, maka sia-sia sudah usaha dan kerja keras serta waktu dan daya pikiran yang dia korbankan.

Tetapi apakah pembaca mengetahui dan dapat menghargai semua itu ? Malah kadang dan kebanyakan tidak.

Seperti contoh dan kejadian-kejadian serta pengalaman yang telah pernah saya lihat dan ketahui, bahkan pernah saya alami selama saya menulis artikel di beberapa blog yang pernah saya kelolah termasuk blog ini.

Yang ada malahan kritik dan komentar yang pedas, dimana dapat menyinggung perasaan seorang penulis, tidak tepat pada tempat topik dan kesalahan yang sebenarnya dan seharusnya untuk di lontarkan melaui komentarnya.

Tetapi seorang penulis artikel tetap selalu sabar. Dia terus memanjakan pembacanya dengan merespon dengan baik serta santun, bahkan kedepannya kembali berusaha untuk menuliskan artikel yang topiknya lebih baik lagi lebih mantap lagi dari sebelumnya.

>> Share

Terakhirnya, Setelah seorang penulis artikel memastikan bahwa semua sudah benar-benar oke dan sempurna, siap untuk di publikasikan di dalam blog, seorang penulis kembali meluangkan waktu untuk membagikannya secara luas ke Media sosial setelah menekan tombol publikasi.

Tujuannya agar secepatnya di ketahui dan di baca oleh para pembaca yang tengah membutuhkan solusi untuk memecahkan masalah yang tengah mereka hadapi terkait topik artikel yang sama dimana pembahasannya dapat membantu dan memberi solusi bagi mereka walau tidak secara tuntas.

Dan perlu Anda ketahui selaku para pembaca. Bahwa dalam membagikan link artikel ke media sosial itu bukan lah suatu hal yang mudah-mudah saja. Bagikan lalu selesai dan pasti langsung di baca banyak orang. Tidak.

Banyak tantangan dan cobaan serta hal-hal yang diluar dugaan ketika seorang penulis artikel membagikan link artikel di media sosial secara luas, terlebih di facebook. Mulai dari di blok, dilaporkan, plagiasi konten, cacian dan makian yang merasa tidak nyaman, dan sebagainya.

Karna tidak semua orang senang dengan apa yang dia bagikan. Tidak semua orang senang dengan apa yang dia tuliskan. Tidak semua orang senang melihat karyanya, meski dia sudah berusaha dan selalu berjuang untuk terus memberikan yang terbaik.

Itulah tadi beberapa hal yang tidak lepas dari usaha dan kerja keras seorang penulis dalam menulis hingga menjadi suatu artikel yang sempurna, berkualitas dan enak untuk Anda baca.

Padahal kalau di pikir-pikir, seorang penulis artikel tidak lah memperoleh keuntungan dan hasil yang lebih dari artikel yang dia tulis dan bagikan. Malah beberapa penulis artikel termasuk saya rela membuang-buang waktu cuma-cuma untuk menulis hanya untuk sekedar menyalurkan hobby semata dan membuat pembaca atau Anda menjadi puas.

Dengan itu artikel ini sengaja saya tuliskan agar Anda selaku pembaca dapat memahami, mengetahui dan mengerti betapa besarnya usaha dan perjuangan seorang penulis artikel dalam menyajikan sesuatu yang dapat untuk memecah masalah Anda, memberi solusi serta membuat Anda senang walau hanya lewat sebuah artikel.

Tanpa mempedulikan terkait beberapa hal yang di bahas diatas barusan yang harus dia korbankan dimana kemungkinan sangat berat sekali jika dilakukan dengan hanya cuma-cuma saja.

Semoga dengan ini, Anda selaku pembaca dapat lebih menghargai setiap karya dan usaha seorang penulis pada setiap artikel yang Anda baca dimana saja dan kapan saja. Karna dalam menulisnya itu bukan lah semudah dengan mengkomentarinya.

Banyak hal yang harus di korbankan dan di lalui serta harus di perhatikan dengan seksama sebagai mana tadi saya jelaskan di atas meski tidak lengkap dan beberapa yang tidak dapat untuk disertakan berhubung beberapa hal yang tidak memungkinkan.

Lantas apa yang di dapatkan dan diharapkan seorang penulis dari artikel yang dia tuliskan ?

Terkait dengan pertanyaan yang di atas, maka jawabannya akan menyusul pada artikel berikutnya. Sehubungan sudah agak terlalu panjang dan terlalu jauh kita berjalan.

Dengan itu, selalu nantikan update terbaru terkait pertanyaan di atas, dan pastinya akan di publikasikan disini di blog saya yang suka berbagi apa adanya, bukan ada apanya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pembaca wajib hargai usaha dan kerja keras penulis artikel"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel