Puasa Pertama Alhamdulillah Segala Godaan Dapat di Lewati

Berhubung aku sakit jadi gak bisa ikut shalat subuh, akhirnya setelah makan sahur kembali aku tertidur sampai pukul 9 pagi. Ketika bangun terasa seorang iblis sudah berada duduk disamping ku untuk mengajak sarapan bareng.

Iblis itu memang gak punya aturan, dia datang kapan saja dia inginkan untuk mengajak sarapan, padahal dia gak tahu kalau hari ini aku lagi puasa.

Aku gak hiraukan dia ngapain dan juga aku gak pedulikan dia sama sekali, sambil baca bismilah aku langsung cuci muka lalu liat jam setelah itu, ternyata sudah jam 9:35.

Ketika bangun pagi biasanya aku langsung buka blog dan liat statistic page view blog, baru setelah itu aku buka notifikasi yang ada di sosmed. Itu sudah menjadi kebiasaan setiap pagiku.

Tetapi kali ini sedikit berbeda dari kebiasaan yang seperti biasanya ! Karna hari ini aku puasa, jadi bukan hanya makan dan minum, hawa nafsu serta amarah saja yang harus aku tahan. Tetapi juga buka blog, main sosmed, Internetan juga harus aku tahan sampai pukul 18:40 nanti.

Alhamdulillah Puasa Pertama Lancar

Source image > http://betseyramagephotography.blogspot.co.id

Dalam hatiku "Ini bukan hanya hari ini saja, tapi akan berlangsung selama bulan puasa". Apakah aku sanggup ? Aku hanya bisa minta kekuatan yang super penuh kepada yang kuasa (Allah), dan gak lebih dari itu.

Terasa sangat berat memang bagiku karna itu terbilang sudah menjadi bagian dari keseharian ku, apalagi buka blog dan liat page view serta buka sosmed. Tapi memang harus seperti itu ! Karna yang namanya puasa itu bukan cuma nahan lapar dan hausnya saja kata pak ustadz, tetapi semuanya harus dipuasakan.

Saat ini aku dalam keadaan sakit ! Keluar rumah gak bisa. kesana kemari juga gak bisa. Buka blog dan main sosmed aku juga lagi puasa. Sepertinya makin rumit suasananya !!

Berhubung aku suka nulis, akhirnya aku nulis saja di draf aplikasi HTML text editor yang sudah aku instal dan nantinya di salin keblog lalu di publish pada waktunya.

Menurutku itu adalah ide paling bagus, berhubung aku lagi punya proyek (My Ramadhan 2018) yang harus di publish dan di terbitkan selama bulan puasa.

Iblis itu memang gak keliatan, tetapi nyata adanya dan hampir saja menggoyangkan aku juga iman ku dalam menjalani puasa hari ini. Loh kok aku tahu ? Tapi katanya gak keliatan .

Ya, memang gak keliatan ! Siang itu tepat pada jam 12, dalam pikiran ku seperti begini "Loh kok aku gak buka blog dan sosmed ? Kan aku gak liat yang aneh-aneh dan hal yang bisa membatalkan puasa disana, apa masalahnya ?".

Langsung saja aku ngambil ponsel yang sudah stanbye di dekatku. "Benar juga" kembali dalam pikiranku yang mulai berhasil di rasuki dan bentar lagi akan merdeka.

Tetapi aku gak akan biarkan kemerdekan iblis itu mengibarkan benderanya, "Karna aku puasa bukan hanya menghindari dari hal-hal seperti yang berhasil dia rasuki dalam pikiran ku. Tetapi untuk menahan nafsu dan kebiasaan keseharian buka blog, Internetan, dan sosmedtan yang terlalu keseringan".

Toh sebelum Ramadhan aku juga gak lakuin hal konyol di blog, Internet dan di sosmed. Tetapi keseringan dan kebiasaannya itu yang aku puasakan.

Sampai sejauh itu tepat pada pukul 13:00 aku hampir saja di tumbangkan dan membuat bendera sang iblis itu berkibar di tengah hari, dalam hatiku berkata "bahwa ini gak akan terulang lagi di esok hari nanti" sambil memejamkan mata sejenak tidur siang sebentar.

Tiba-tiba mendapatkan penghargaan seketika itu berupa piagam dan uang tunai dari ajang pencarian bakat Internasional yang digelar di kalifornia Amerika Serikat. Beribu sorakan suara tampak jelas ditelinga ku dan wartawan pun mendekati ku.

Senang sekali karna aku bisa membuat banyak orang terkagum dan bertepuk tangan akan bakat ku, dan aku langsung terbangun sambil melihat kearah jam tepat pukul 15:20 sambil berkata "Buset ! Ternyata hanya mimpi disiang bolong".

Setelah cuci muka aku sempatkan bentar baca yasin jelang shalat ashar selesai. Karna kebetulan masjid di depan rumah ku, karna aku gak bisa ikut shalat berhubung sakit, jadi tiap waktu shalat aku baca yasin saja sebagai ganti dan alternatifnya.

Hanya Allah lah yang tahu...

Gak terasa hanya nunggu 1 jam lagi saja waktunya akan tiba dan akses kembali dapat dibuka, "Mungkin saja page view dan statistic sudah banyak di blog dan notifikasi di sosmed sudah teriak-teriak minta dibuka" wkwkwk.

Konyol...

Puasa pertama memang terasa sangat berat sekali, kami biasa menyebutnya sebagai puasa tua yang harus di ambil dan jangan disia-siakan apalagi sampai dilewatkan begitu saja. Jika nanti puasa hari berikutnya mau di bolongin gak apa-apa, asalkan puasa pertama jangan bolong. Tapi jika puasa seterusnya juga gak pernah bolong, akan lebih baik lagi.

Jadi betapa bodoh dan ruginya mereka yang menyia-nyiakan dan melewatkan puasa di hari pertama Ramadhan, apalagi sampai melewatkan hari-hari ke berikutnya.

Kembali aku termenung dan berpikir jelang beberapa saat lagi waktunya tiba, "Aku percaya kata-kata orang tua yang pernah aku dengar waktu aku masih kecil dulu saat bulan puasa, biasanya menit-menit dan detik-detik terakhirnya itu yang sangat berat dan banyak cobaannya".

Loh kok bisa ? Padahal hanya nunggu beberapa saat lagi waktu buka puasa tiba, serasa aku gak sempat dan gak sanggup nunggunya. Padahal beberapa jam dapat aku lewati dan tahankan mulai dari pagi hari hingga pukul 17:38 saat ini.

Iblis kembali tampak stanbye mengelilingi meja makan, seolah mereka sedang makan malam dengan santapan yang lezat. Sepertinya mereka tampak mengajak aku dengan berbagai cara mereka jelang tiba waktu buka puasa bentar lagi.

Berpikir sejenak aku disitu, "Ternyata menjalankan puasa itu sangat berat jika tidak didasari dengan niat dan karna Allah", karna cobaan dan godaan yang datang dan kita hadapi dalam sehari-hari itu bukan hanya sedikit.

Jika dilaksanakan dengan hanya berdasarkan pengaruh orang sekitar dan untuk menutupi diri saja di depan umum, maka merdeka dan berkibar lah bendera para iblis.

Tetapi jika menjalankannya berdasarkan niat dalam hati yang tulus dan iklas serta karna Allah, yakin pasti mampu untuk menjalankan dan melewati serta melawan semua itu.

Bukan hanya sedikit yang dapat aku kutip dari puasa pertama di Ramadhan kali ini, tetapi ada banyak sekali yang dapat aku jadikan pengalaman dan pelajaran untuk dapat menguatkan aku dalam menjalankan ibadah puasa keesokan harinya dan kedepannya.

Tepat pada pukul 18:30 tiba waktu yang di tunggu, penuh dengan rasa syukur dan berterimakasih diri ini kepadanya akan segala kekuatan yang telah diberikan dalam menjalankan puasa ini mulai tadi pagi hingga tiba pada waktunya.

Sambil meneguk segelas air, ibu berkata kepadaku "Kita hanya punya ini". Serasa ibu tidak bisa memberi kepadaku yang lebih dari ini di puasa pertama yang kami jalani dengan apa adanya dan dalam suka dan duka.

Tetapi bagiku itu sudah lebih dari segalanya, terlebih bisa buka puasa bersama dengan ibu dalam keadaan apa adanya, termasuk atas kesempatan yang telah diberi Allah untuk bertemu di Ramadhan kali ini.

Bahkan Rasulullah SAW berbuka cukup dengan segelas air putih dan beberapa biji buah kurma saja, bukan makanan mewah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puasa Pertama Alhamdulillah Segala Godaan Dapat di Lewati"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel