My Ramadhan 2018 - Hampir Puasa

Ramadhan Itu Indah Penuh Dengan Pahala Jika Kita Sungguh Menjalani Hanya Karna Allah

Sebulan sebelum bulan suci Ramadhan tiba aku berniat dalam hati sambil berkata kepada ibu "InsyaAllah aku akan puasa untuk meringankan dosa dan kelalaian yang pernah aku perbuat jika aku di perkenankan Allah untuk bertemu dengan Ramadhan nanti".

"Biar sakit mu tambah parah ?" kata ibu.

Puasa itu memang sangat berat dan bukan main-main, terlebih bagi orang sakit dan orang yang sebut saja kurang sehat. Tapi karna besar niat dalam hati ini, semua tidak dipedulikan asalkan aku bisa berpuasa di bulan Ramadhan yang akan datang tepat pada 16 Mei 2018 nanti kalau aku tidak keliru.

"Ya terserah kau saja, itu lebih baik." kata ibu kembali pada ku seraya memberi semangat 45.

My Ramdhan 2018

Source image > http://www.teknoharian.com


Hari berganti hari aku terus menantikan kedatangan Ramadhan sambil menghitung hari yang kurang lebih 1 bulan lebih lagi lamanya. Disamping itu aku tetap melanjutkan aktifitas ku seperti biasanya.

Keseharian ku adalah menulis apa saja yang aku rasa bermanfaat buat di bagikan dan dibaca orang-orang di blogku, selagi di dalamnya terkandung ide yang membangun dan mendorong untuk maju kedepan bukan mundur kebelakang serta dapat memberi motivasi.

Itu saja...

Tiap kompetisi menulis di blog juga sering aku ikuti termasuk yang namanya lomba SEO, jelang menunggu bulan Ramadhan tiba sambil mengisi keseharian seperti biasanya.

Namanya saja lomba, kadang menang kadang juga K,O. Pas juara aku senang bangga serta gembira. Pas kalah, ya berdoa agar diberi ketabahan dan semangat untuk terus menulis dan mengukuti lomba blog berikutnya.

Berdoa adalah merupakan andalan ku dalam menjalani hidup, terutama dalam menjalani hari-hari ini. Untuk itu jika terjadi suatu hal dalam hari ini terlebih ketika aku kalah dalam lomba blog, pada malam harinya aku curahkan semua pada Allah.

Baru habis itu aku tidur setelah aku sempatkan membaca Yasin terlebih dahulu, biar nyenyak dan legah tidak ada beban.

Kenapa Aku Baca Yasin ?

Karna aku tidak bisa baca Al Qur'an, dan sebagai alternatifnya aku membaca Yasin saja tiap hari dan tiap malam ku berhubung Yasin itu adalah isi atau kandungan dari Al Qur'an.

Tapi sebelum baca Yasin aku biasakan wudhu dulu, biar tubuh serta pikiran ini bisa bersih dan selalu ingat Allah. Apalagi dalam kondisi sakit, Allah tidak pernah lepas dari ingatan pikiran ini.

Karna hanya Allah lah yang dapat memberi pertolongan baik itu di dunia maupun di akhirat nanti, terlebih jika sudah di alam kubur ! Tiada tuhan melainkan Allah dan dia maha segalanya.

Bentar lagi Ramadhan tiba tinggal beberapa hari lagi, tetapi entah kenapa aku merasa tidak sabaran menunggunya, serasa ini sangat berbeda dari tahun yang sebelumnya.

Senang, gembira serta penuh bahagia hati ini karna Ramadhan dapat aku sambut dengan penuh semangat dan sudah mempersiapkan diri untuk menjalani puasa dengan tulus karna Allah meski keadaan seperti ini.

Tetapi meskipun demikian, aku tidak pernah lupa untuk terus menulis di blog. Karna menulis adalah hoby dan terbilang sudah menjadi keseharian ku kala waktu kosong, meski terkadang sering kehabisan ide untuk di tulis dan di bagikan kepada pembaca.

Jelang bulan Ramadhan tiba sebentar lagi kira-kira beberapa hari lagi, tiba-tiba dibenakku terlintas sebuah ide brilian. Ya, untung-untung memperlancar dan melatih jari-jari ini agar tetap terus menulis di blog selama bulan Ramadhan nanti.

Sekalian mengisi waktu luang dalam sehari saat puasa nanti, Dari pada tidur siang hari atau melakukan hal konyol lainnya yang sama sekali tidak ada faedah dan manfaat yang bisa membuat puasa jadi batal atau makruh.

Disisi lain juga saya berpikir seperti ini "Ide ini dapat mengabadikan momentum Ramadhan ku selama 1 bulan penuh jika nanti Allah mengkehendaki apa yang aku niatkan dalam hati ini".

Mengabadikan momentum Ramadhan menjadi sebuah tulisan atau bacaan harian

Tidak semua orang bisa dan punya waktu untuk mengabadikan moment Ramadhan nya menjadi sebuah tulisan atau bacaan harian, baik itu yang ditulis dalam sebuah buku mau pun dalam sebuah blog catatan pribadi atau diary. Bahkan penulis sekali pun itu, belum tentu.

Terkait dengan berbagai alasan yang berhubungan atau berkaitan dengan catatan tentang pribadi yang tertutup kepada pembaca atau publiknya mau pun waktu untuk menulis yang tidak ada ruang sama sekali, dan berbagai alasan lainnya lagi.

Ya jelas beda lah dengan aku, kalau aku kan tadi sudah di bilang pada paragraf awal "bahwa menulis adalah hoby dan terbilang sudah menjadi keseharian ku".

Sayang sekali jika moment Ramadhan nanti aku sia-siakan begitu saja ! Paling tidaknya dapat aku tulis dan dikutip dari catatan keseharian dengan gaya bahasa yang sederhana dan apa adanya, serta tidak berlebih-lebihan dan tidak bertele-tele.

Selagi itu masih dijalur Islami dan tidak menentang apa pun dan siapa pun, terutama Allah dan Al Qur'an.

Maka dengan itu jangan lupa nantikan terus kelanjutan dan updatenya di blog ini dalam Label (My Ramadhan 2018). InsyaAllah kalau Allah mengijinkan dan memberi kesehatan serta umur panjang, khususnya buat aku dan umumnya untuk kita semua...

Dan bukan sebuah cerita ataupun Carpen yang dirangkul atau di tulis dalam Cerita Pendek, melainkan sebuah Catatan keseharian yang dikutip selama bulan Ramadhan yang dapat memotivasi dan memberi ide yang membangun serta mendorong di berbagai hal.

Semangat Ramadhan...



Penulis: Watriman

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "My Ramadhan 2018 - Hampir Puasa"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel