Menunggu itu sangat membosankan di hari yang ke 10 puasa

Memasuki hari ke 10 puasa tepatnya pada hari ini (Sabtu 26 Mei 2018). Dimana pas bangun pagi, aku langsung kepikiran tentang siapa yang akan mengantar kiriman yang sudah aku paket kemarin.

Disitu aku merasa "Kalau hidup seperti ini sangat sulit, Karna gak bisa ngapa-ngapain. Semua serba bertergantungan dan menunggu pertolongan orang". Tapi gak terlalu aku pikirin, karna berhubung masih terlalu pagi untuk berpikir yang aneh-aneh.

"Aku hanya berharap agar Allah mengirimkan seseorang untuk mengantar paket ku ke pos, biar langsung dikirim ke dia disana agar gak terkatung-katung dirumah", dalam hati ku berkata seraya menyempatkan untuk buka blog pada pagi itu.

Maklum lah di daerah tempat tinggal ku gak ada orang khusus ngantar paket yang dapat di kontak secara online. Jadi, jika kita ada paket yang hendak dikirimkan, maka kita harus langsung ngantar ke pos.

Aku kan lagi cakit !

Pagi itu cuaca khususnya di daerah ku agak mendung sedikit kecerahan. Tapi rintik hujan terus berjatuhan.

Menunggu adalah hal yang sangat membosankan di hari ke 10 puasa


"Andai saja aku gak lagi sakit, mungkin aku sudah langsung OTW sekarang ke pos", hati kecil ku berkata begitu. "Tapi apalah daya, karna waktunya masih belum tiba. Saat ini aku hanya bisa sabar dan berjalan di jalan yang mungkin Allah kehendaki saat ini", kembali lagi aku berpikir seperti itu.

Hingga pada siang harinya, aku menghabiskan waktu untuk melanjutkan menulis di blog. Sambil menunggu seseorang yang bisa aku utus untuk mengantar paketnya ke pos. Berhubung dirumah sangat sepi, jadi gak ada yang bisa di suruh.

"Menunggu adalah hal yang sangat membosankan sob". Itu bukan mitos, tetapi fakta. Apalagi sampe menunggu yang belum pasti akan mau untuk membantu mengantar paket ku ke pos, meski nanti toh juga aku kasi uang jalannya.

Karna aku sadar, "Bahwa hidup ini butuh biaya". Jadi gak ada yang namanya gratis, atau hanya sekedar ucapan "Terimakasih saudara". Istilahnya, "Paling tidaknya sebungkus rokok, atau hanya sekedar uang bensin saja sudah cukup".

Hidup ini butuh biaya jendral...

Karna waktu ku di isi dengan menulis serta kepikiran akan paket yang gak ada yang ngantar, maka puasa hari ke 10 itu tidak terlalu terpikirkan oleh ku. Ya, sebut saja aku enjoy dan santai untuk menjalaninya.

Tetapi aku tetap menyadari kalau kekuatan fisik ku mulai berkurang, seiring berjalannya puasa yang kian hari semakin jauh. Aku merasakan dalam 2 hari terakhir ini, perut ku merasa lempeng dan sakit semua.

Tenaga ku makin berkurang. Badan ku mudah lemas, harus butuh istrahat pada siang hari paling tidaknya dalam 1 jam. Mag ku sering kambuh, serta badan ku serasa di penuhi angin semua. Dan bau mulut ku gilak, bikin mabuk wkwkwk.

Tetapi meski pun demikian, aku tetap semangat dalam menjalaninya. Karna aku percaya, "Bahwa semua itu mampu untuk aku lewati. Dan Allah pasti akan selalu menyertai dan memberi kekuatan.

Dan pada siang itu aku memutuskan untuk membeli sirup ABC, agar nanti bisa di minum ketika buka puasa tiba. "Biar aku makin semangat dan greget", ucap ku dalam hati.

Kalau beli sirup mah, gampang ! Ibu bisa ke warung yang ada di sekitar daerah tempat tinggal ku. Tapi yang susahnya ngantar paketnya ke pos. Karna mungkin ibu gak akan ngerti tentang itu. Maklum lah, ibu ku kan bukan ibu-ibu jaman Now.

Tadi aku sempat semangat sejenak tentang sirup. Tapi sekarang kepikiran lagi soal paketnya. Ditambah lagi besok hari minggu, jadi harus nunggu senin lagi jika pun ada yang ngantar.

Sebelum sore tiba, aku memutuskan untuk beristrahat bentar. Hanya bentar, untuk mengembalikan tenaga yang serasa mulai lemas dan berkuarang. Dan itu berlangsung selama 1 jam lamanya.

Dengan berbagai koleksi mimpi siang bolong yang datang menghampiri di waktu tidur yang sesingkat itu. Dan aku rasa gak perlu aku tuliskan tentang mimpinya, karna gak ada gunanya.

Sore itu tenaga ku memang sudah kembali full. Tetapi aku merasa kalau perut ku masih sakit. Mungkin karna serangan Mag yang terjadi mulai sejak pagi tadi, dan berlangsung hingga saat ini.

Disitu sejenak aku berdoa dalam hati, "Agar Mag ini tidak menjadi penghalang bagiku untuk tetap bisa berpuasa. Baik itu hari ini maupun seterusnya nanti". Karna tidak sedikit orang yang gagal dan gak biasa berpuasa akibat diserang Mag secara beruntun.

Sementara disini pengalaman dan saran ku dalam melawan Mag, hindari obat-obatan kimia dan makanan yang dapat memicu datangnya Mag secara tiba-tiba.

Terpenting makan yang teratur, dan berilah makanan ketika Mag tengah kambuh. Jangan beri obat ! Karna bisa saja nantinya kamu berketergantungan dengan obat.

Namun tergantung sakit Magnya seperti apa. Karna semua Mag itu gak selalu sama. Ada juga yang hanya sekedar atau biasa saja. Dan ada juga yang sakit Mag luar biasa, dimana itu sudah parah. Jika memang begitu, ya berdoa termasuk solusinya.

Dan Alhamdulillah, hingga waktu buka puasa tiba, aku tetap kuat untuk puasa. Dan gak terganggu dengan Mag sama sekali. Hanya saja ada yang lebih mengganggu dalam pikiran ku yang lebih dari sakit Mag.

Yaitu, paket ! Karna gak ada yang ngantar ke pos, jadi terpaksa aku harus menunda dan menunggu hingga hari senin nanti jika memang ada yang ngantar.

Tertunda memang sudah jadi takdir paket yang hendak aku kirimkan. Bahkan sejak awal pertama direncanakan, sampai sekarang selalu tertunda.

Gak jadi masalah. Kembali dipikirkan lagi pada hari senin mendatang. Yang penting kan sudah dikemas dan di paketkan. Tinggal ngantar saja, selesai.

Berhubung waktu buka puasa sudah dekat, jadi aku akhiri dulu cukup sampai disini. Karna aku mau stanby nunggu bedug atau sirene dari masjid. Sekalian mau chek, apakah ibu sudah siapin sirup yang tadi dibeli atau masih belum ?

Selamat buka puasa khususnya untuk kamu para pembaca. Dan umumnya untuk seluruh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa hari ini, tetap semangat mesti menunggu itu sangat membosankan.

Oh ia ! di tempat atau daerah kamu itu kalau buka puasa, Bedug apa Sirene ya ? Jangan lupa jawab di kolom komentar di bawah, biar seru.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Menunggu itu sangat membosankan di hari yang ke 10 puasa"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel