Malas menulis tentang hari ke 12 puasa

Di hari ke 12 puasa tepat pada hari ini, aku merasa kalau aku sangat malas sekali untuk menulis tentang hari ini. Ada beberapa hal yang membuat ku sedikit jadi malas untuk menulis, dan salah-satu di antaranya karna yang di tulis itu-itu saja.

Mulai dari puasa pertama sampe pada puasa hari yang ke 12 saat ini, gak ada yang berbeda dan istimewa yang telah aku tuliskan. Semua hanya tentang aku dirumah dan tentang puasa.

Kadang dalam pikiran ku berpikir begini, "Mungkin saja pembaca gak suka atau sudah muak untuk membacanya, berhubung hanya itu-itu saja". Dan itulah yang buat aku jadi malas nulis tentang hari ini.

Tapi menskipun demikian, aku tetap semangat untuk puasa. Karna dalam hal ini aku fokus pada puasanya, bukan menulisnya. Jadi meskipun gak ada yang mau ditulis dan di ceritain tentang hari ini, semangat itu akan tetap selalu ada.

Ditambah lagi dengan paket ku yang sudah diantar tadi pagi ke pos. Jadi aku makin tambah semangat khususnya pada hari ini tepat pada hari ke 12 puasa.

Malas menulis tentang hari ke 12 puasa
Source image > Google image



Jadi, hari ini aku tulis dan ceritain dari sisi semangatnya saja. Biar ada bahan buat di ceritain hari ini, dan aku pun jadi tetap terus menulis walau gimalas. Daripada kosong ?

Meski sejak pagi aku merasa agak malas untuk menulis tentang hari ini, tetapi aku sangat senang. Karna pagi sekali sudah datang sepupu ku untuk kasih kabar baik kalau dia akan ngantar paket ku tepat pada pagi itu juga.

Gimana gak senang coba ? Akhirnya paket ku yes yes yes yes yes, sudah dikirim.

Jelas saja aku sangat semangat. Meski terbilang masih terlalu pagi sekali tadi Mag ku datang menyerang berkali-kali, tapi aku gak peduliin. Serasa sakit Mag nya kaya gak ada apa-apanya bagiku.

Tetapi meskipun demikian, aku gak boleh sombong. Aku tetap berdoa agar Mag nya gak sering kambuh ketika aku tengah berpuasa selang Ramadhan saat ini.

Pagi itu setelah beberapa saat paket ku dikirim, aku menghabiskan waktu pagi itu dengan berketrampilan, dimana itu terbilang aktifitas ringan yang gak mengganggu sakit ku.

Dan itu berlangsung hingga siang harinya, sambil nahan sakitnya Mag dan sekalian mendengar suara perut yang dalamnya kedengaran kayak bunyi krekel di injak gitu.

Kamu pernah dengar kan suara krekel yang tengah di injek-injek ? Itu lah bunyian yang keluar dari perut ku ketika Mag menyerang sejak pagi hingga siang itu. Tapi gak aku hiraukan.

Karna takutnya nanti bisa-bisa membuat iman jadi goyang dan puasa pun akhirnya jadi terganggu akibat serangan Mag yang memaksa terus harus masukin makanan biar pun sedikit saja.

Alhamdulillah, siang itu tepat sebelum aku tidur siang, bunyian yang tadi kedengaran dari perut mulai ngilang dan sakit Mag nya mulai redah.

Itu membuat ku jadi tenang dan tidur siang pun jadi nyenyak selama kurang lebih 1 jam lamanya aku ditempat tidur ngorok. Gak boleh lama, takut puasanya jadi batal akibat tidur kelamaan.

Ketika aku terbangun, aku langsung OTW cuci muka. Lalu disitu aku kepikiran tentang apa yang akan aku tulis dan ceritakan khusus untuk hari ini.

Berhubung siang ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menulis, jadi aku gak buang-buang waktu lagi. Dan aku langsung saja menuliskan apa yang sudah berlangsung sejak tadi pagi hingga bangun tidur saat ini.

Jadilah apa yang saat ini tengah kamu baca. Meski keliatan gak menarik dan agak membosankan untuk di baca, tetapi boleh lah untuk sekedar bacaan ketika tengah lagi ngabuburit. Dari pada baca dongeng atau koran.

Tengah menulis, tiba-tiba ponsel ku berdering. "Ternyata pacar ku nelpon". Dan aku hampir kaget. Karna gak biasanya dia nelpon siang, berhubung sejak awal puasa pertama aku bilang gak usah telpon aku siang hari. Kalau mau nelpon malam harinya saja.

"Ternyata dia lagi sakit" ! Pantas saja dia nelpon siang hari, karna dia mau ngasih tahu tentang kondisinya saat ini tengah gak baik.

Jelang sore itu aku menghetikan aktifitas nulis ku sejenak karna aku sangat kepikiran dia disana. Sampe-sampe aku memutar lagu yang nada dan liriknya agak sedih gitu, sambil duduk menatap langit.

"Udah hampir kayak cerita film saja ya ? Pake nyalain musik dan menatap langit segala". Dalam pikiran ku berpikir begitu seraya senyam senyum sendiri.

Berjalannya waktu memang gak terasa, dan itu berlangsung hingga senja, dimana matahari mulai terbenam dan langit mulai agak sedikit gelap kekuning-kuningan. Disertai dengan merdunya lentunan suara ngaji dari masjid yang membuat hati ini jadi tenang dan nyaman.

Sejenak aku melupakan beban yang ada dalam pikiran dimana itu tentang dia disana yang keadaannya tengah gak baik pake banget. Dan menatap magrib yang tiba disertai dengan suara bedug dan sirene, pertanda waktu buka puasa telah tiba.

Syukur dan Alhamdulillah, sambil baca Bismilah aku menegug segelas teh hangat yang telah di siapin ibu. Lalu aku mengucap syukur akan kekuatan yang telah Allah beri hari ini dalam menjalankan puasa pada hari ke 12.

Dan berharap agar puasa hari ke 13 yang tepatnya pada besok, aku selalu diberi kekuatan sebagai mana hari ini. Agar dapat berjalan lancar.

Dan semoga yang disana pun yang saat ini tengah gak enak badan atau demam, cepat sembuh. Agar hati dan pikiran ini pun jadi tenang untuk menjalani hari, terutama dalam berpuasa.

Mungkin hanya cukup sampe disini dan semoga tetap selalu semangat. Baik itu dalam menjalankan ibadah puasa, menjalani hari maupun menulis dan lain sebagainya terkait tentang hari-harinya.

Menulis memang penuh dengan banyak tantangan dan cobaan yang menghampiri, meski itu hanya menulis tentang diri sendiri dan hari-hari yang sudah pasti selalu ada untuk di tulis dan diceritakan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Malas menulis tentang hari ke 12 puasa"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel