Lemas tak berdaya dan langsung ketiduran di hari ke 9 puasa

Puasa hari ke 9 terasa lelah dan hausnya minta ampun jendral. Sampe langsung membuat ku terkapar lemah di tempat tidur selama 1 jam penuh, setelah siang itu aku sempatkan nge paketkan kiriman ku tepatnya pada pukul 14:00 siang itu.

Sejak puasa pertama sampai pada puasa ke berikutnya, aku merasa sangat santai dalam menjalaninya mulai pagi hari hingga tiba waktu buka puasa. Meski terbilang banyak godaan dan cobaan yang berat untuk di lalui, tetapi tidak pernah membuat ku sampe ketiduran seperti ini.

Tepat pada hari ke 9 ini lah aku merasa kalau aku benar-benar haus dan butuh cairan mineral untuk membasahi tenggorokan dan urat-urat ku. Tetapi siang itu aku tak lepas kendali serta ingatan "Kalau saat ini aku tengah berpuasa", dalam pikiran ku terus berpikir begitu sambil tak lupa aku minta kekuatan kepada Allah.

Agar aku mampu untuk melewati masa haus tingkat tinggi yang berlangsung pada siang hari itu. Sehingga aku tak perlu merusak puasa ku yang sudah berjalan hampir lebih setengah hari.

Lemas tak berdaya dan langsung ketiduran di hari ke 9 puasa
Source image > http://gebrokenruit.blogspot.co.id



Pagi itu, selepas bangun dan cuci muka, aku langsung saja kembali menghubungi CS ku yang kemarin aku utus belanja kepasar untuk membeli barang yang hendak aku kirim. Berhubung sinyalnya sudah nyala sejak semalam.

Aku menyadari bahwa bau mulut ku pada pagi itu agak sedikit aneh. "Tapi gak jadi masalah lah, namanya saja bau mulut orang yang tengah puasa", pikir ku begitu seraya mengemas paket yang bentar lagi aku kirim ke pos Indonesia.

Tentu saja pagi itu aku agak sedikit semangat tanpa mempedulikan bau mulut. Karna bau mulut itu terbilang sudah umum bagi orang yang tengah puasa. Tetapi semangat tidak, karna itu diciptakan sendiri dan datang dengan sendirinya. Terlebih dalam menjalani puasa, kita harus terus semangat. Meski kerongkongan agak gimana-giman gitu.

Pagi itu tepat pada hari ke 9 puasa berjalan dan berlangsung dengan baik serta penuh semangat. Dan waktu ku pun aku habiskan hanya dengan mengemas paket sampai pada pukul 13:30 siang tanpa ada terkoneksi dengan Internet sama sekali.

Saking semangatnya aku, sampai-sampai gak menyadari kalau hari ini adalah hari jumat. Berhubung tadi di masjid terlihat seperti biasa-biasa saja, gak kayak hari jumat kemarin itu yang agak rame.

Meskipun demikian aku gak ingat jumat dari awal pas pagi itu, tapi aku menyimak khutbah dan mengutip setiap pesan dan motivasinya yang terdengar dari masjid sambil melanjutkan mengemas paket ku yang bentar lagi selesai dan siap untuk di kirimkan.

Sehubungan juga sisa barangnya yang kurang sudah datang, jadi aku harus menyelesaikan dan langsung mempaketnya. Agar nanti tidak ada kata tunda lagi, dan langsung dikirimkan ke pos kalau memang ada yang ngantar.

Jelang selesai kira-kira beberapa lagi yang perlu aku kemas, dimana itu tepat pula pada bubarnya orang jumatan di masjid, pikiran ku mulai gak tenang dan beberapa kali aku gagal paham akan apa yang tengah aku kerjakan.

Tenggorokan ku terasa benar-benar kering. Pandangan ku agak berkunang-kunang, dan badan ku mulai terasa lemas pake banget.

Namun aku tetap melanjutkannya, karna tanggung dan hampir selesai. Sambil berdoa dalam hati "Agar aku diberi kekuatan pada waktu -waktu yang seperti saat ini". Dan berlangsung hingga akhirnya selesai juga.

Setelah itu aku gak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya. Karna tiba-tiba aku udah terbangun dari tidur ku sambil melihat ke arah jam yang menunjukan tepat pada pukul 16:00 wib. "Ternyada aku tertidur dari tadi", dalam hati ku sambil berkata begitu. Langsung saja aku OTW cuci muka seketika itu.

Sejak hari ke 3 puasa, aku gak pernah lagi tidur siang. Dimana siang itu waktu itu aku bermimpi tengah menikmati air kelapa muda bersama sekelompok jin yang gak aku kenal. Karna aku takut kalau puasa ku rusak hanya gara-gara kebanyakan tidur siang.

Sampai hari ini tepat pada hari ke 9 puasa, barulah kembali aku tertidur siang saat tengah puasa. Akibat dasyatnya yang tadi aku rasakan, yang hampir saja membuat ku gak kuat dan hampir saja puasa ku rusak kalau aku tadi gak keburu ketiduran.

Disitu kembali aku berpikir "Bahwa tidur saat tengah keadaan dan situasi seperti itu adalah termasuk hal yang dapat mengembalikan tenaga dan kekuatan atau power full kita". Tapi gak bisa sering-sering dan juga jangan tidurnya kelamaan sampai berjam-jam baru bangun.

Yang ada bisa-bisa puasanya jadi rusak. Karna kita sama sekali gak ngerasain yang namanya sakitnya puasa itu gimana dan seperti apa.

Makanya sebenarnya bahwa tidur ditengah puasa itu tidak terlalu di anjurkan sama sekali. Karna lebih baik shalat dan baca Qur'an. Atau baca yasin kalau aku biasanya, karna aku kurang bisa baca Qur'an. Asalakan jangan baca koran saja lah.

Sepertinya sudah hampir terlalu panjang dan terlalu lama aku berceramah. Sampe-sampe kiriman yang tadi sudah siap aku paket, gak tahu entah siapa yang akan ngantar ke pos agar cepat di kirimkan.

Akhirnya aku memutuskan untuk dikirim besok saja kalau ada yang antar ke pos. Berhubung waktu sudah singkat dimana sebentar lagi waktunya buka puasa tiba.

Terpenting puasa hari ini tepat pada hari ke 9 puasa, selamat dan berjalan dengan lancar. Alhamdulillah karna selalu di beri kekuatan dan semangat dalam menjankannya, serta dapat melewati dan menahan segala godaan dan cobaan walau pun berat terasa.

Yang berat akan terasa ringan bila di pikul dan di beban dengan setulus hati tanpa sedikit pun ada kata lelah dan menyerah. Karna Allah akan selalu memberi kekuatan untuk setiap umatnya yang bersungguh-sungguh kepadanya.

Berjalan hingga pada puasa saat ini dan dalam keadaan seperti saat ini, tanpa kekuatan dan pertolongan darinya, maka tak akan berjalan sampai sejauh ini dan sekuat ini.

Aku akan terus menuliskan meski kadang kedengaran gak asik buat di baca. Tetapi mungkin seru untuk disimak, disamping menulis juga adalah hoby yang gak akan pernah aku musnahkan dalam diri ini.

Terutama menuliskan tentang momen-momen di waktu puasa dimana dalam suka dan dukan serta penuh dengan cobaan dan godaan yang terbilang berat, tapi diringan-ringankan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lemas tak berdaya dan langsung ketiduran di hari ke 9 puasa"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel