Kesiangan bro hampir saja telat makan sahur di puasa hari ke 4

Aku hampir gak tahu mau nulis dan ceritain apa pada puasa hari ke 4 hari ini. Tetapi yang jelas tadi subuh sangat menjengkelkan sekali menurut ku, karna hampir saja aku telat dan kesiangan.

Sejenak disitu hatiku berkata "Semoga moment ini tidak pernah terulang lagi dihari kelima puasa besok. Dan bukan hanya besok saja, tapi untuk puasa berikutnya."

Aku merasa bahwa tadi subuh itu aku seperti makan sahur sambil lari-lari, minum air sambil dikejar-kejar. Karna waktu hampir mau imsak, jadi aku harus makan cepat-cepat agar tidak telat.

Bukan hanya aku, tetapi orang ibu juga begitu. Terlebih karna orang ponakan ku sulit di bangunin hingga berkali-kali gak bangun, jadi aku sempat melihat ibu makan jalan-jalan sambil membangunkan mereka.

Mungkin kamu sedikit heran "Kenapa aku bisa kesiangan ?"

Singkat ceritanya begini, Sejak puasa pertama itu cuaca memang tampak sudah gak mendukung khususnya saja di daerah tempat tinggal ku, mungkin juga sama seperti di daerah tempat tinggal mu.

Kesiangan bro hampir saja telat sahur di puasa hari ke 4
Image source > www.ayoketawa.com


Malam harinya tepat pada malam hari ke 4 puasa itu hujan mengguyur deras dan gak ada hentinya sama sekali, angin pun sangat kencang tampak seolah badai besar dan petir menghujam listrik sampai padam total.

Akhirnya malam itu berlangsung dengan gelap gulita tanpa cahaya penerang, ditambah lagi angin kencang dan hujan terus mengguyur deras, jelas saja tidur makin nyenyak sampai gak sadar sama waktu sahur.

Biasanya kalau listrik nyala meskipun hujan deras pasti gak bakal kesiangan, karna ada sirene dan suara ngaji dari masjid yang membangunkan.

Pokoknya subuh itu bisa dikatakan komplit. Tapi bukan menu makan sahurnya yang komplit, melainkan moment makan sahur puasa hari ke 4 nya yang komplit dan lengkap.

Udah makan dan minumnya buru-buru seolah ada yang kejar, terus dalam suasana gelap pula. "Seru sih menurutku, tapi kayaknya moment ini gak bisa sering-sering", dalam hatiku berkata begitu.

Gak terasa paginya itu aku bangun sekitar pukul 9:00 pagi. Aku merasa kalau badan ku sakit semua terasa seperti di pukul dan diinjak-injak.

Disitu aku sempat berpikir, "Wajar saja kalau suasana kayak gini bangun kesiangan dan badan kecapean. Karna sejak hari pertama puasa bangun mulai jam 3 pagi, siang harinya kadang aku gak ada tidur, dan malam harinya tidur pukul 23:00/ kadang juga pukul 24:00 karna harus baca yasin dulu setelah menulis di blog".

Dan itu akan berlangsung selama yang kuasa masih memberi aku kesempatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan saat ini.

Menjalankan puasa itu memang berat, tetapi akan terasa ringan jika kita menjalaninya dengan tulus sungguh-sungguh dan akan selalu di beri kekuatan oleh Allah.

Dihari ke 4 puasa aku benar-benar merasakan lelah dan kecapean, tetapi aku juga terus berdoa agar tetap di berikan kekuatan dalam menjalaninya sampai pada akhirnya nanti tiba hari kemerdekaan kita tepat pada lebaran.

Kembali lagi aku berpikir sejenak disitu, "Padahal aku hanya dirumah berhubung aku sakit saat ini, tetapi aku merasakan hal yang sedemikian luar biasa sangat berat. Lantas bagai mana dengan mereka yang puasa sambil kerja ? Itu lebih hebat dan sangat berat".

Kekuasaan dan kebesaraan Allah memang sangat besar dan tiada duanya, dia selalu memberi kekuatan bagi hambanya yang sungguh-sungguh dan benar-benar dalam menjalankan puasanya.

Ternyata aku gak sadar kalau dari tadi sinyalnya udah mati seiring padamnya listrik tadi subuh. "Sepertinya timbul lagi masalah besar pagi ini", dalam hatiku berkata begitu sambil menaruh ponselnya ke meja.

Mulai pagi itu aku gak terkoneksi dengan Internet sampai sore hari, dan itu gak terlalu jadi masalah sekali bagiku meski keseharian ku sebenarnya harus terkoneksi dengan jaringan Internet 24 jam.

Karna hari ini aku bisa fokus untuk menulis dengan pikiran tenang dan santai, jelang nunggu tiba sore hari. Daripada tidur siang, toh bisa ngerusak puasa kan ?

Dari pagi hingga sore hari itu ternyata bukan cuman sinyalnya saja yang mati, tetapi juga cuaca gak mendukung. Hujan terus mengguyur sangat deras dan sama sekali tidak ada sinar matahari yang tampak terlihat hari ini. "Serasa kayak mau kiamat saja hari ini", dalam pikiran berpikir begitu.

Tentu saja sangat menjengkelkan karna aku gak bisa terkoneksi dengan jaringan Internet. Kembali aku berpikir sejenak disitu, "Suasana kayak gini enaknya bobo cantik ! Pasti gak terasa pas bangun dah mau buka puasa".

Tapi meskipun begitu, aku gak mau tidur walaupun hanya sebentar. "Lebih baik aku baca yasin sehabis nulis nanti dari pada tidur", dalam hatiku kembali berkata begitu.

Karna aku pengen benar-benar merasakan sakit dan beratnya puasa itu tanpa tidur siang. Bahkan kalau nanti aku sudah sembuh jika Allah memperkenankan untuk bertemu di Ramadhan berikutnya, aku akan puasa sambil kerja keras.

Gak terasa bentar lagi mau buka puasa, tetapi sinyalnya toh masih belum juga ada sama sekali tanda-tandanya mau nyala, padahal listriknya dari tadi sudah nyala.

Didaerah tempat tinggal ku memang gitu, kalau angin kencang dan petir besar langsung di padamkan listrik senyawa dengan sinyal. Mungkin karna daerahnya banyak pepohonan besar, jadi takutnya nanti jatuh dan menimpa tiang listrik.

Tapi ya gak apa-apa dan gak terlalu menjadi masalah, karna aku tetap fokus nulis dan konsentrasi ku gak pecah akibat terhubung dengan koneksi jaringan Internet kayak kemarin itu, meski kadang sesekali aku sempatin nge chek sinyalnya.

Ditambah lagi dengan sudah mulai dekatnya waktu buka puasa yang bentar lagi akan tiba, jadi gak terlalu kepikiran dengan masih padamnya sinyal. "Yang penting di hari ke 5 puasa tepat pada besok, jangan sampe telat dan gak kesiangan lagi kayak tadi itu", ucapku dalam hati.

Tapi ada 1 yang masih kepikiran dalam pikiran ini !

Karna segelas air sudah masuk dan membasahi tenggorokan ku berhubung sudah tiba waktu buka puasa, ternyata aku baru ingat sob bahwa ternya posting yang aku tulis kemarin dihari ke 3 puasa belum di publikasikan berhubung sinyal belum juga nyala sampai saat ini.

Kapan nyalanya sinyalnya ? Jangan kemana-mana, karna kita akan tunggu saja pada hari ke 5 puasa tepat pada besok. Biar bisa baca posting pada hari berikutnya tentang My Ramadhan 2018

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kesiangan bro hampir saja telat makan sahur di puasa hari ke 4"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel