Mungkin seperti inilah jalan yang di kehendakinya dalam hidupku | Watriman Bago



Sebelumnya saya memilih sebuah jalan yang terbilang cukup menyeramkan untuk di lalui dalam hidup ini.

Di antara banyaknya pilihan, saya lebih memilih untuk menjadi seorang penyelam, yang mengarungi dasar lautan yang amat dalam.

Meskipun menyelam adalah kegiatan dan pekerjaan yang sangat membahayakan diri, namun saya tetap menjalani dan menghadapi.

"Apakah aku tidak takut mati ?" Pertanyaan yang sering di tanyakan oleh banyak orang dan bahkan orang tua dan keuarga saya sendiri.

Semua orang takut mati. Namun, jika tiba saatnya kematian datang menghampiri, tiada seorang pun yang akan dapat untuk menghindari nya.

Hidup mati ada ditangan yang maha kuasa. Dan dia sendiri sudah menentukan dan mengaturnya. Jika saat itu terjadi kepada diri saya, maka mungkin itu sudah takdir dan kehendaknya, dan saya tidak dapat untuk mengindarinya.

Semua pilihan dan pekerjaan, pasti mempunyai resiko dan berbagai macam tantangan. Entah itu penyelam, kuli bangunan, perkantoran, sopir dan lainnya.

Namun jika sudah tiba saatnya, siapa yang akan bisa untuk menghindari nya ? Apakah kuli bangunan dapat menghindari nya ? Apakah orang perkantoran bisa mengindari nya ? Apakah sopir bisa untuk menghindari nya ?.

Tentu saja tidak ! Karna itu sudah takdir dan kehendaknya yang maha kuasa.

Sebaliknya penyelam yang mempertaruhkan nyawanya di dasar lautan. Tidak akan dapat untuk menghindari apa pun yang maha kuasa kehendaki dalam hidupnya. Entah itu hal yang buruk mau pun yang baik.

Bagi saya, menyelam bukanlah suatu jalan kematian. Tetapi adalah jalan untuk memcari sumber kehidupan. Karna pada umumnya, yang maha kuasa menciptakan bermacam - macam jalan untuk mendapatkan kehidupan.

Saya akan melakukan apa pun untuk untuk hidupku, keluarga dan orang yang saya cintai. Selagi saya mampu dan tidak menyimpang dari jalan yang seharusnya.

Jadi, apa pun yang saat ini sudah terjadi, bukanlah dampak dari sebuah kesalahan pilihan jalan yang telah saya pilih. Melainkan karna takdir dan kehendak yang maha kuasa akan perjalanan hidup saya.

Tak pernah ada rasa kecewa, atau segala macam dalam diri dan hidup ini. Karna saya percaya, yang maha kuasa pasti sudah mengatur segala sesuatunya.

Namun setiap pandangan dan tanggapan setiap orang dalam kehidupan, pasti berbeda. Tetapi mereka tidak akan pernah mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Pilihan untuk menjadi seorang penyelam, menunjukan kepada saya jalan yang sesungguhnya dan seharusnya di dalam kehidupan ini. Membuat saya banyak mengerti tentang arti kedupan dan mengajarkan saya banyak pengalaman hidup yang lebih baik lagi.

Dan saya percaya, bahwa itu adalah rencana dan jalan yang terbaik yang diberikan oleh yang maha kuasa terhadap hidup saya, lewat pilihan untuk menjadi seorang penyelam.

Apa pun yang kini saya alami dan rasakan, saya percaya bahwa yang kuasa pasti akan selalu menyertai dan menunjukan jalannya.

Jadi apakah harus saya katakan bahwa memilih jalan untuk menjadi seorang penyelam, membuat hidup saya semakin tersiksa dan menderita saat ini ? Tentu saja tidak.

Karna jalan ini membawa dan menunjukan serta mengajarkan saya bagai mana jalan kehidupan yang seharusnya dan sesungguhnya dalam hidup ini.

Membawa saya untuk mengenal berbagai sifat - sifat bermacam orang dari berbagai daerah. Dan mempertemukan saya dengan orang - orang yang menganggap saya seperti saudara dan keluarga, walau pun saya tidak mengenal mereka pada sebelumnya.

Betapa besar dan indah kuasa dan rencana sang pencipta, yang membawa saya kejalan dan tempat yang layak dan seharusnya ia kehendaki dalam hidup saya. Meskipun pada sebelumnya, saya menentang dan tidak mengkehendaki dan menerimanya.

Kesimpulanya, inilah hidup yang benar - benar dikehendaki oleh yang maha kuasa kepada saya, yang mungkin sangat berbeda dari apa yang sebagian orang pikirkan tentang saya.

Dan saya sangat bersyukur karna bisa bertahan sampai saat ini dan sejauh ini, walau pun suka - dukannya tiada satu orang pun yang mengetahuinya. Penulis: (Watriman)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mungkin seperti inilah jalan yang di kehendakinya dalam hidupku | Watriman Bago"

Post a Comment

Berkomentar lah dengan baik, komentar yang disertakan dengan link kemungkinan tidak akan di terbitkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel